Cara Melatih Anjing Dengan Baik

Banyak hal positive yang bisa dilakukan apabila kita bisa mengetahui apa yang akan terjadi kelak. Demikian pula halnya dengan anak anjing kita. Kita pasti ingin tahu apakah anakan anjing yang baru kita beli atau baru kita dapatkan dari induk anjing ini bisa kita latih dan berprestasi dikemudian hari, atau malahan memiliki perangai yang kurang bagus.
Untuk itu kita perlu mengetahuinya sejak dini untuk memprediksi bagaimana kecenderungan sifat mereka. Apabila anak anjing tersebut memiliki sifat atau perangai yang buruk, bukan berarti dia tidak punya harapan. Hal tersebut masih bisa diperbaiki dan itu adalah tanggung jawab kita untuk mengubahnya.
Ada berberapa jenis tes untuk memprediksi kecenderungan sifat dari anak anjing, dan fungsinya lebih bersifat informatif dan nantinya kita sebagai pemiliklah yang harus memperbaikinya.
Tes ini bertujuan untuk meneliti kapasitas dominan anak anjing didalam kelompok khusus. Ada berberapa langkah untuk bisa mengetahui anak anjing milik kita termasuk kategori yang mana.
A. Rank Test
1.- Explore Behaviour:
•    Bawa anak anjing yang sudah anda sentuh ke sebuah tempat yang baru. Lakukan test ini satu per satu anak anjing.
•    Lihatlah keinginan anak anjing menjelajahi lingkungan baru itu.
•    Beri nilai A, B, C dan D sebagai penilaian.
•    Nilai A diberikan untuk anak anjing yang mau menjelajahi lingkungan baru.
•    Nilai B diberikan untuk anak anjing yang menyalak dan mencoba menjelajahi lingkungan baru.
•    Nilai C diberikan untuk anak anjing merasa tersesat, berputar-putar, merengek saat memandang sekelilingnya.
•    Nilai D diberikan untuk anak anjing yang tidak melakukan gerakan apa-apa.
2.- Confident to Stranger:
•    Setelah 30 detik, muncul 1 orang asing lalu lihatlah apakan anakan tersebut menghampiri dengan rasa percaya diri atau justru malu-malu bahkan tidak menghampiri.
•    Nilai A diberikan untuk anak anjing yang datang dengan percaya diri dan menggigit.
•    Lalu coba untuk berlari, lihatlah apakah anak anjing memiliki keinginan untuk mengikuti.
•    Nilai A diberikan untuk anak anjing yang berlari mengikuti dengan percaya diri.
3.- Response to Visual Stimulus:
•    Kita bisa melemparkan objek asing, seperti botol plastik tanpa menyentuh anak anjing.
•    Nilai A diberikan untuk anak anjing yang melompat ke objek itu dan menggigitnya.
•    Nilai B diberikan untuk anak anjing memperhatikan objek itu dengan seksama, lalu kemudian bermain dengan benda itu dan mempelajarinya.
•    Nilai C diberikan untuk anak anjing yang cenderung takut dan menjaga jarak dengan benda tersebut atau bergerak menjauh bahkan merengek.
•    Nilai D diberikan untuk anak anjing yang kelihatan ketakutan, menyingkir dengan cepat sambil merengek dan berada jauh dari objek tersebut bahkan dalam interval beberapa detik.
4.- Response to Auditory Stimulus:
•    Pada saat terdengar bunyi asing, seperti bunyi terompet atau panci yang dipukul dengan keras, maka anakan kita bisa diberi penilaian berikut.
•    Nilai A diberikan untuk anak anjing yang mengangkat kepalanya dan telinganya berdiri mengarah pada sumber bunyi dan dia tetap ditempat.
•    Nilai B diberikan untuk anak anjing yang lari karena takut namun akhirnya berani mendekat dan menunggu reaksi berikutnya.
•    Nilai C diberikan untuk anak anjing yang lari karena takut namun akhirnya berani mendekat jika dipanggil oleh Handler.
•    Nilai D diberikan untuk anak anjing yang lari karena takut dan tidak berani kembali.
5.- Rank Dominance:
•    Terlentangkan anak anjing dengan ke empat kakinya menghadap keatas dan tahan secara perlahan dadanya selama 30 detik, dan lihat apa reaksinya.
•    Nilai A diberikan untuk anak anjing yang menggigit dan mencoba melawan, dan nilai E untuk anak anjing yang diam dan tidak melakukan apa-apa.
6.- Social Dominance:
•    Dekap/peluk anak anjing dan sentuh kepalanya menuju arah belakang.
•    Nilai A diberikan untuk anak anjing yang menghindar dan melawan kembali dan nilai E untuk anak anjing yang tidak melakukan apa-apa.
7.- Social Hardness:
•    Sekarang angkat anak anjing itu dengan menggunakan 2 tangan pada dadanya.
•    Nilai A diberikan untuk anak anjing yang menggigit dan mencoba melawan, dan nilai E untuk anak anjing yang diam dan tidak melakukan apa-apa.
8.- Alpha Test (Dilakukan bersama-sama):
•    Memberikan makanan pada anak anjing dimana mereka harus memiliki akses ke mangkuk makanan.
•    Nilai A diberikan untuk anak anjing yang tidak berkelahi, makan dengan tenang sampai dia duduk dan tidak ada anak anjing lain yang datang mengganggunya.
•    Nilai B diberikan untuk anak anjing sering berubah posisi saat makan, tetapi tetap makan dengan tenang.
•    Nilai C diberikan untuk anak anjing yang saling menyalak.
•    Nilai D diberikan untuk anak anjing diam menunggu sampai yang lain selesai makan.
9.- Saat menyusu:
•    Nilai A diberikan untuk anak anjing yang paling pertama berhasil mencapai puting susu.
•    Nilai B diberikan untuk anak anjing yang kedua mencapai puting susu.
•    Nilai C diberikan untuk anak anjing yang mencapai puting susu namun masih memilih puting susu yang hendak dihisap.
•    Nilai D diberikan untuk anak anjing yang saling berebut untuk mendapatkan puting susu.

B. Environment Test
Untuk anak anjing yang sudah melewati Rank Test, dibawa ke sebuah taman dengan tingkat distraksi (distraction) menengah keatas dan lihatlah prilaku anak anjing itu.
10.C. Biting Test
Bawa anak anjing ke suatu tempat tanpa ada distraksi (distraction) dan berikan handuk, kain atau tug untuk digigit. Lihatlah sikap anak anjing itu menggigit.
•    Jika anak anjing menggigit dan diam = baik
•    Jika anak anjing menggigit dan berisik = lumayan, dapat dilatih pada training
•    Jika anak anjing menggigit dan mengunyah = akan memakan waktu dalam melatihnya
•    Lemparkan pipa metal, jika diambil kembali itu artinya bagus
Menggigit dan diam dengan menggigit dan berisik adalah pada prey drive yang sama, hanya emosinya yang berbeda.

Dari keseluruhan test diatas, secara umum, kita bisa menilai bahwa anak anjing dengan nilai A terbanyak, sudah pasti merupakan Alpha.
Kadang bisa saja terjadi kesalahan penilaian karena pemilik “miss” dalam memperhatikan prilaku anak-anak anjing tersebut saat test dilakukan.

Dari hasil test diatas, maka kita bisa menentukan anak anjing yang Alpha, Beta, Omega, Mid Rank dan Low Rank dengan ciri-ciri karakter dan tugas-tugasnya dibawah ini.

– Alpha (Jantan/Betina)
•    Genetic/True Alpha: Alpha dari dalam dirinya.
•    Pack Alpha: Alpha dalam litternya.
Tugas: Pemimpin, pelindung pack, pembuat keputusan, pengontrol pembiakan.
Karakter: Percaya diri, dominan, intelijen, pembawaan diri tenang, penyendiri.
– Beta
Tugas : Pelaku dan menjalankan perintah, disiplin.
Karakter: Agresif, dominan, suka pamer, penghasut, intelijen.
– Omega
Tugas: Menjaga keharmonisan pack, mencairkan keadaan tegang.
Karakter: Tingkat komunikasi yang baik, toleransi yang tinggi, dapat bekerja sama, intelijen.
– Mid Rank
Tugas: Pemburu, pengasuh anakan, pengajar berburu bagi anjing remaja, populasi terbesar.
Karakter: Mengikuti perintah, tingkat belajar yang tinggi, dapat bekerja sama, tingkat kekerasan sedang sampai tinggi.
– Low Rank
Tugas: Pengawas, pemberi tahu bahaya terhadap hal-hal asing.
Karakter: Soft dan sangat sensitif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s